Home » Archives for Februari 2014
Menu Cara Diet Yang Aman & Cepat, Seminggu Bisa Turun 5 KG
Menu Cara Diet Yang Aman & Cepat Seminggu Bisa Turun 5 KG
Mempunyai menu makanan dietdalam seminggu sebenarnya dapat memberikan inspirasi agar kita terbiasa dengan mengkonsumsi makanan sehat. Cobalah untuk membuat pilihan sehat, bukan hanya menentukan makanan cepat saji atau camilan yang sesungguhnya kurang bergizi serta tidak menyehatkan. Makan dengan beragam tipe variasi makanan sepanjang diet, dapat menghindari anda dari kebosanan serta meyakinkan anda akan mendapatkan beragam jenis nutrisi. Jangan sampai lupa untuk minum air putih setiap hari, tak hanya membuat lancar metabolisme, air juga berperan sebagai penunda lapar.
Pada kasus ini saya akan mencoba berbagi tentang tips sukses menurunkan berat badan hingga mencapai 5kg dalam seminggu, yang bisa anda ikuti pada pembahasan ini yaitu menu diet seminggu sukses turun 5kg, yang mana artikel ini melanjutkan pembahasan sebelumnya mengenai makanan diet sehat golongan darah A.

Berikut tips sukses Menu Diet Aman :
Senin
Sarapan yang baik dan sehat dapat mengawali hari anda dengan benar. Untuk memulai menu diet seminggu, mulailah untuk mengkonsumsi roti gandum dengan sedikit keju diatasnya serta satu buah apel adalah makanan yang pas untuk senin yang prima. Untuk makan siang, barangkali anda dapat coba sayuran cincang yang di campur dengan saus tomat, salad quinoa serta satu buah jeruk kecil. Sementara untuk makan malam, dapat di sajikan dengan dada ayam panggang berbumbu sederhana, serta ditemani oleh kentang tumbuk serta brokoli yang dikukus.
Selasa
Hari ke dua untuk menu diet seminggu, dianjurkan untuk memulai sarapan pagi dengan buah-buahan favorit, yogurt, biji rami, serta selai kacang. Untuk makan siang, silahkan pilih dada ayam yang di simpan di atas salad dengan ketimun iris, tomat, paprika, kenari serta minyak zaitun. Dan untuk makan malam, cobalah tenderloin daging sapi panggang dengan kentang merah dikukus, campur dengan beragam potongan buncis kukus serta salad.
Rabu
Untuk hari selanjutnya masih tetap dengan menu diet seminggu turun 5kg yaitu dengan memilih pisang kecil, 1/2 cangkir sereal serta 1 cangkir susu rendah lemak. Untuk makan siang dapat menggunakan sayuran atau semangkuk minestrone dengan sepotong roti gandum serta salad. Dan untuk makan malam, cobalah fillet salmon panggang dengan salsa tomat kemangi, asparagus kukus serta salad bayam.
Kamis
Menu diet seminggu untuk hari kamis, cobalah sarapan seimbang dengan memilih roti gandum, yogurt, buah serta telur dadar sayuran. Untuk makan siang dengan menggunakan burger kacang hitam serta saus chipotle. Dan untuk makan malam, silahkan coba makanan sehat dengan memilih spagethi rendak lemak serta bakso sayuran.
Jumat
Jadwal sehat untuk hari jumat yaitu sarapan dengan segelas susu dengan selai kacang serta irisan pisang diatasnya. Untuk makan siang yang sehat dengan nasi goreng china, tambahkan dengan banyak sayuran serta sedikit udang dan sup salad atau sayuran sebagai pelengkap makan siang anda. Dan untuk makan malam, pilihlah tumisan dengan sebagian bumbu serta sayuran sehat layaknya bawang merah, bawang putih, tomat, bayam, brokoli, kale, kembang kol serta jamur shiitake. Sempurnakan dengan menambahkan protein layaknya ayam, udang atau tahu serta beras merah untuk mendapatkan karbohidrat.
Sabtu
Hari sabtu pagi mungkin waktunya hari santai untuk membuat roti bakar gandum di campur dengan blueberry serta strawberry dan segelas jus jeruk atau susu. Untuk makan siang, silahkan pilih salad tuna yang di simpan di atas roti gandum dengan secangkir sup sayuran. Sementara untuk makan malam, cobalah untuk memilih pizza buatan sendiri yang rendah lemak serta pakai tumpukan sayuran sebagai topping.
Minggu
Hari terakhir dari menu diet seminggu, untuk sarapan di pagi hari anda bisa memilih gandum pancake dengan topping buah zucchini serta segelas susu. Untuk makan siang masaklah bayam beserta salad buah kecil. Dan untuk makan malam, pilihlah kembali dengan salad bayam serta susu rendah lemak.
Itulah tips sukses menurunkan berat badan hingga mencapai 5kg dengan bantuan menu diet seminggu, yang mana hal ini benar adanya yang di ambil dari pengalaman seseorang yang tidak bisa saya sebutkan namanya. Percayalah cara ini akan berhasil jika anda benar-benar berusaha.

Asal-Usul Terbentuknya Kabupaten Pati
Kabupaten Pati merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang terletak di sebelah barat kabupaten Kudus dan Jepara, kabupaten Rembang disebelah timurnya, serta kabupaten Blora dan Grobogan berada di sebelah selatannya. Selain itu, disebelah utara juga berbatasan dengan Laut Jawa. Dengan kondisi geografis yang sebagian besar merupakan dataran rendah membuat kabupaten pati kaya akan hasil taninya. Selain itu juga terdapat rangkaian pegungungan kapur utara yang membentang di bagian selatan perbatasan dengan Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Blora.
Kabupaten yang terkenal dengan produksi kacangnya ini ternyata mempunyai sejarah yang menarik. Sejarah Kabupaten Pati berpangkal tolak dari beberapa gambar yang terdapat pada Lambang Daerah Kabupaten Pati yang sudah disahkan dalam Peraturan Daerah No. 1 Tahun 1971 yaitu Gambar yang berupa: “KERIS RAMBUT PINUTUNG DAN KULUK KANIRAGA”. Menurut cerita rakyat dari mulut ke mulut yang terdapat juga pada kitab Babat Pati dan kitab Babat lainnya dua pusaka yaitu “KERIS RAMBUT PINUTUNG DAN KULUK KANIRAGA” merupakan lambang kekuasan dan kekuatan yang juga merupakan simbul kesatuan dan persatuan. Barangsiapa yang memiliki dua pusaka tersebut, akan mampu menguasai dan berkuasa memerintah di Pulau Jawa. Adapun yang memiliki dua pusaka tersebut adalah Raden Sukmayana penggede Majasemi andalan Kadipaten Carangsoka.
Menjelang akhir abad ke XIII sekitar tahun 1292 Masehi di Pulau Jawa vakum penguasa pemerintahan yang berwibawa. Kerajaan Pajajaran mulai runtuh, Kerajaan Singasari surut, sedang Kerajaan Majapahit belum berdiri. Di Pantai utara Pulau Jawa Tengah sekitar Gunung Muria bagian Timur muncul penguasa lokal yang mengangkat dirinya sebagai adipati, wilayah kekuasaannya disebut kadipaten.
Ada dua penguasa lokal di wilayah itu yaitu. 1. Penguasa Kadipaten Paranggaruda, Adipatinya bernama Yudhapati, wilayah kekuasaannya meliputi sungai Juwana ke selatan, sampai pegunungan Gamping Utara berbatasan dengan wilayah Kabupaten Grobogan. Mempunyai putra bernama Raden Jasari. 2. Penguasa Kadipaten Carangsoka, Adipatinya bernama: Puspa Andungjaya, wilayah kekuasaannya meliputi utara sungai Juwana sampai pantai Utara Jawa Tengah bagian timur. Adipati Carangsoka mempunyai seorang putri bernama Rara Rayungwulan.
Kedua Kadipaten tersebut hidup rukun dan damai, saling menghormati dan saling menghargai untuk melestarikan kerukunan dan memperkuat tali persaudaraan, Kedua adipati tersebut bersepakat untuk mengawinkan putra dan putrinya itu. Utusan Adipati Paranggaruda untuk meminang Rara Rayungwulan telah diterima, namun calon mempelai putri minta bebana agar pada saat pahargyan boja wiwaha daup (resepsi) dimeriahkan dengan pagelaran wayang dengan dalang kondang yang bernama “Sapanyana”.
Untuk memenuhi bebana itu, Adipati Paranggaruda menugaskan penggede kemaguhan bernama YuyurumpungKadipaten Carangsoka dengan cara menguasai dua pusaka milik Sukmayana di Majasemi. Dengan bantuan uSondong Majerukn kedua pusaka itu dapat dicurinya namun sebelum dua pusaka itu diserahkan kepada Yuyurumpung, dapat direbut kembali oleh Sondong Makerti dari Wedari. Bahkan Sondong Majeruk tewas dalam perkelahian dengan Sondong Makerti. Dan Pusaka itu diserahkan kembali kepada Raden Sukmayana. Usaha Yuyurumpung untuk menguasai dan memiliki dua pusaka itu gagal. agul-agul Paranggaruda. Sebelum melaksanakan tugasnya, lebih dulu Yuyurumpung berniat melumpuhkan kewibawaan
Walaupun demikian Yuyurumpung tetap melanjutkan tugasnya untuk mencari Dalang Sapanyana agar perkawinan putra Adipati Paranggaruda tidak mangalami kegagalan (berhasil dengan baik).
Pada Malam pahargyan bojana wiwaha (resepsi) perkawinaan dapat diselenggarakan di Kadipaten Carangsoka dengan Pagelaran Wayang Kulit oleh Ki Dalang Sapanyana. Di luar dugaan pahargyan baru saja dimulai, tiba-tiba mempelai putri meninggalkan kursi pelaminan menuju ke panggung dan seterusnya melarikan diri bersama Dalang Sapanyana. Pahargyan perkawinan antara ” Raden Jasari ” dan ” Rara Rayungwulan ” gagal total.
Adipati Yudhapati merasa dipermalukan, emosi tak dapat dikendalikan lagi. Sekaligus menyatakan permusuhan terhadap Adipati Carangsoka. Dan peperangan tidak dapat dielakkan. Raden Sukmayana dari Kadipaten CarangsokaAdipati Paranggaruda, Yudhapati dan putera lelakinya gugur dalam palagan membela kehormatan dan gengsinya. mempimpin prajurit Carangsoka, mengalami luka parah dan kemudian wafat. Raden Kembangjaya (adik kandung Raden Sukmayana) meneruskan peperangan. Dengan dibantu oleh Dalang Sapanyana, dan yang menggunakan kedua pusaka itu dapat menghancurkan prajurit Paranggaruda.
Oleh Adipati Carangsoka, karena jasanya Raden Kembangjaya dikawinkan dengan Rara Rayungwulan kemudian diangkat menjadi pengganti Carangsoka. Sedang dalang Sapanyana diangkat menjadi patihnya dengan nama ” Singasari“.
Untuk dapat mengembangkan pembangunan dan memajukan pemerintahan di wilayahnya Adipati Raden Tambranegara memindahkan pusat pemerintahan Kadipaten Pesantenan yang semula berada di desa Kemiri menuju ke arah barat yaitu, di desa Kaborongan, dan mengganti nama Kadipaten Pesantenan menjadi Kadipaten Pati.
Dalam prasasti Tuhannaru, yang diketemukan di desa Sidateka, wilayah Kabupaten Majakerta yang tersimpan di musium Trowulan. Prasasti itu terdapat pada delapan Lempengan Baja, dan bertuliskan huruf Jawa kuna. Pada lempengan yang keempat antara lain berbunyi bahwa : ….. Raja Majapahit, Raden Jayanegara menambah gelarnya dengan ABHISEKA WIRALANDA GOPALA pada tanggal 13 Desember 1323 M. Dengan patihnya yang setia dan berani bernama DYAH MALAYUDA dengan gelar RAKAI, Pada saat pengumuman itu bersamaan dengan pisuwanan agung yang dihadiri dari Kadipaten pantai utara Jawa Tengah bagian Timur termasuk Raden Tambranegara berada di dalamnya.
Raja Jayanegara dari Majapahit mengakui wilayah kekuasaan para Adipati itu dengan memberi status sebagai tanah predikan, dengan syarat bahwa para Adipati itu setiap tahun harus menyerahkan Upeti berupa bunga.
Bahwa Adipati Raden Tambranegara juga hadir dalam pisuwanan agung di Majapahit itu terdapat juga dalam Kitab Babad Pati, yang disusun oleh K.M. Sosrosumarto dan S.Dibyasudira, diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 1980. Halaman 34, Pupuh Dandanggula pada : 12 yang lengkapnya berbunyi : ….. Tan alami pajajaran kendhih, keratonnya ing tanah Jawa angalih Majapahite, ingkang jumeneng ratu, Brawijaya ingkang kapih kalih, ya Jaka Pekik wasta, putra Jaka Suruh, Kyai Ageng Pathi nama, Raden Tambranegara sumewa maring Keraton Majalengka.
Artinya Tidak lama kemudian Kerajaan Pajajaran kalah, Kerajaan Tanah Jawa lalu pindah ke Majapahit, adapun yang menjadi rajanya adalah Brawijaya II, yaitu Jaka Pekik namanya, putranya Jaka Suruh. Pada waktu itu Kyai Ageng Pati, yang bernama Tambranegara menghadap ke Majalengka, yaitu Majapahit.
Berdasarkan hal tersebut, jelaslah bahwa Raden Tambranegara Adipati Pati turut serta hadir dalam pisowanan agung di Majapahit. Pisowanan agung yang dihadiri oleh Raden Tambranegara ke Majapahit pada tanggal 13 Desember 1323, maka diperkirakan bahwa pindahnya Kadipaten Pesantenan dari Desa Kemiri ke Desa Kaborongan dan menjadi Kabupaten Pati itu pada bulan Juli dan Agustus 1323 M (Masehi). Ada tiga tanggal yang baik pada bulan Juli dan Agustus 1323 yaitu : 3 Juli, 7 Agustus dan 14 Agustus 1323.
Kemudian diadakan seminar pada tanggal 28 September 1993 di Pendopo Kabupaten Pati yang dihadiri oleh para perwakilan lapisan masyarakat Kabupaten Pati, para guru sejarah SLTA se Kabupaten Pati, Konsultan, Dosen Fakultas Sastra dan Sejarah UNDIP Semarang, secara musyawarah dan sepakat memutuskan bahwa pada tanggal 7 Agustus 1323 sebagai hari kepindahan Kadipaten Pesantenan di Desa Kemiri ke Desa Kaborongan menjadi Kabupaten Pati.
Tanggai 7 Agustus 1323 sebagai HARI JADI KABUPATEN PATI telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Pati Nomor : 2/1994 tanggal 31 Mei 1994, sehingga menjadi momentum HARI JADI KABUPATEN PATI dengan surya sengkala ” KRIDANE PANEMBAH GEBYARING BUMI ” yang bermakna ” Dengan bekerja keras dan penuh do’a kita gali Bumi Pati untuk meningkatkan kesejahteraan lahiriah dan batiniah “. Untuk itu maka setiap tanggal 7 Agustus 1323 yang ditetapkan dan diperingati sebagai ” HARI JADI KABUPATEN PATI “.
Sumur Mutamakkin di desa Bulumanis lor antara mitos dan fakta
Mutamakkin adalah seorang ulama yang berasal dari Cebolek , sebuah desa kecil di Kabupaten Tuban tempo dulu, Jawa Timur. Nama “Mutamakkin” yang bermakna orang yang meneguhkan hati atau yang diyakini akan kesuciannya konon adalah gelar yang diberikan kepada beliau seusai dari menuntut ilmu dari Timur Tengah. Kini nama Mutamakkin lebih terkenal dengan sebutan “ Mbah Mutamakkin “
Sumur Mutamakkin setelah mengalami pemugaran ke tiga kali
Silsilah Mutamakkin :
Garis keturunan Mutamakkin dari bapak adalah Sultan Trenggono (Raja Demak III tahun 1521-1546) yang bertemu dengan pada silsilah Raden Fatah (Pendiri Kerajaan Demak 1478-1518). Dari Ibu, keturunan Sayid Ali Bejagung, Tuban Jatim. Sayid Ali ini mempunyai putera bernama Raden Tanu, Tanu ini mempunyai seorang puteri, yakni ibu Mutamakkin.
“Sumohadiwijaya” adalah nama kecil Mutamakkin. Putera Pangeran Benawa II (Raden Sumohaidnegara) bin Pangeran Benawa I (Raden Hadiningrat) bin Jaka Tingkir (Sultan Hadiwijaya) bin Ki Ageng Pengging bin Ratu Pembayun binti Prabu Brawijaya ( raja Majapahit Terakhir yang telah masuk islam ). Ratu Pembayun adalah saudara perempuan Raden Fatah. Istri Jaka Tingkir adalah Putri Sultan Trenggono bin Raden Fatah.
Sumur Mutamakkin :
Diperkirakan Mutamakkin hidup sekitar tahun 1685-1710. Konon, sepulang dari Timur Tengah dari menunaikan Ibadah haji, beliau pulang tidak menaiki kendaraan pada umumnya melainkan menaiki jin, kemampuan menaiki jin ini beliau dapatkan berkat ilmu kanuragan yang beliau pelajari dari Timur Tengah. Tiba-tiba di tengah laut jawa ( Laut yang sekarang wilayah perairan Bulumanis ) oleh jinnya, beliau dijatuhkan di tengah laut. Kemudian beliau diselamatkan dan di telan “Ikan Mladang” dalam kondisi setengah sadar. Beliau kemudian dilemparkan disebuah pantai Bulumanis lor, dan ditemukan oleh beberapa masyarakat dan diselamatkan.
Papan penunjuk Sumur Mutamakkin di jalan bango Bulumanis lor
Didesa ini beliau istirahat sambil memulihkan kesehatannya, konon didesa ini banyak warga yang berguru pada Mutamakkin, sehingga untuk menopang kehidupan dan bersuci, Mutamakkin membuat sumur dari batang kayu yang ditancapkan ketanah, dan aneh dari batang kayu yang ditancapkan ketanah ini kemudian dicabut, dari lobang cabutan kayu ini mengalirlah mata air yang jernih hingga sekarang.
Cerita Kali Kutukan dan asal-usul nama desa Bulumanis :
Setelah Mutamakkin tinggal di desa ini dan banyak warga yang berguru, konon pada waktu masuk waktu sholat banyak santri yang masih berwudlu , sehingga Mutamakkin sempat menegur beberapa santri “ wudlu kok kecipak-kecipuk ora bar-bar koyo kutuk ! “ ( wudlu kok ciprat-cipratan air nggak selesai-selesai kayak ikan kutuk / ikan gabus ). Sehingga kali / sungai yang berada di pinggir sumur itu terkenal dengan nama “ Kali Kutukan “.
Soal nama desa Bulumanis, ada beberapa versi cerita yang beredar di tengah –tengah masyarakat Bulumanis Lor. Konon sewaktu Mutamakkin berwudlu menggunakan padasan ( beberapa ruas bambu yang dilobangi untuk berwudlu ) melintaslah seekor burung blekok ( kuntul ) dan jatuhlah sehelai bulu burung blekok tepat dilobang padasan Mutamakkin berwudlu, dan konon rasa air wudlu yang tawar berubah menjadi agak kemanis-manisan, sehingga sejak saat itu wilayah tersebut bernama dengan “ Bulumanis “ yang mengandung arti “ bulu yang terasa manis “. Soal sebutan kali kutukan dan asal-muasal nama desa Bulumanis ini penulis peroleh dari cerita-cerita yang beredar dari masa-kemasa waktu penulis masih anak-anak dan kadung dipercaya masyarakat hingga sekarang. ( Wallahu a’lam ).
Ada dua versi tentang asal usul desa ini. Pertama adalah dari kata “ceblok” (jatuh), dan kedua “Jebol-jebul melek” (tiba-tiba membuka mata) setelah diselamatkan warga dari muntahan ikan mladang. Di sebelah barat desa Bulumanis lor saat ini terdapat desa bernama Cebolek,sangat dimaklumi dan boleh jadi dahulu desa Bulumanis pada umumnya masih berupa rawa-rawa dan merupakan garis pantai, dan kemungkinan wilayahnya masih menyatu dengan wilayah yang saat ini bernama cebolek Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati Jawa Tengah.
Berguru dan diambil menantu Kiyai Syamsudin :
Dari desa ini, suatu malam, Mutamakkin melihat sinar lampu dikegelapan malam dikejauhan arah barat. Karena heran, kemudian beliau mencari dari mana asal sinar tersebut. Ternyata sinar tersebut adalah sinar lampu K.H Syamsuddin, pemangku Desa Kajen yang sedang melaksanakan shalat tahajjud. Kajen adalah sebuah desa disebelah barat desa Cebolek.Mutamakkin kemudian berguru dan oleh KH. Syamsuddin Mutamakkin dinikahkan dengan putrinya Nyai Qodimah.
Dari perkawinan tersebut Mutamakkin memiliki putra yaitu :
1. Alfiyah Godeg ( dimakam di desa Kajen Kec. Margoyoso Pati )
2. Bagus ( dimakam di ampel denta Surabaya Jawa Timur )
3. Endro Muhammad ( dimakam di desa Gambiran Kec. Margorejo Pati )
Putra kedua, Kiai Bagus kemudian bertempat tinggal di Jawa Timur. Di Jawa Timur tersebut, Kiai Bagus memiliki keturunann antara lain KH Hasyim Asyari (Pendiri Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang), dan K.H Bisri Syamsuri (Pendiri Pondok Pesantren Denanyar, Jombang). Keduanya ini adalah kakek Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Sedangkan Alfiyah dan Endro tetap tinggal di Kajen. Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, banyak keturunan Mutamakkin yang mendirikan sejumlah pondok pesantren (Ponpes) di Kajen. Misalnya pada tahun 1900, Kiai Nawawi putra KH Abdullah mendirikan Ponpes Kulon Banon atau Taman Pendidikan Islam Indonesia (TPII). Pesantren ini adalah Pospes tertua di Desa Kajen.
Menyusul kemudian, KH Ismail mendirikan Ponpes Raudhatul Ulum (PPRU), Tahun 1902, KH Siraj, putra KH Ishaq mendirikan Ponpes Wetan Banon yang kemudian dikenal dengan Ponpes Salafiyah yang kemudian dilanjutkan oleh KH Baidhowi Siroj. Penamaan Kulon atau wetan banon ini didasarkan atas posisinya dari komplek pesarean Mbah Mutamakkin yang dikelilingi tembok besar (banon).
Menyusul kemudian, KH Ismail mendirikan Ponpes Raudhatul Ulum (PPRU), Tahun 1902, KH Siraj, putra KH Ishaq mendirikan Ponpes Wetan Banon yang kemudian dikenal dengan Ponpes Salafiyah yang kemudian dilanjutkan oleh KH Baidhowi Siroj. Penamaan Kulon atau wetan banon ini didasarkan atas posisinya dari komplek pesarean Mbah Mutamakkin yang dikelilingi tembok besar (banon).
Sekitar tahun 1910, K.H Abdussalam (Mbah Salam), saudara Mbah Nawawi, mendirikan pesantren di bagian Barat Desa Kajen yang dinamakan Popes Pologarut. Dalam perkembangannya menjadi Ponpes Maslakhul Huda Polgarut Putra (PMH Putra) dan Polgarut Selatan (PMH Pusat).
Murid dari Mutamakkin sangat banyak di antranya :
1. Ronggokusumo ( dimakam di desa Ngemplak Kidul Kec. Margoyoso Pati )
2. Mizan ( dimakam di desa Margotuhu Kidul Kec. Margoyoso Pati )
3. Shaleh ( dimakam di desa Kajen Kec. Margoyoso Pati ).
Ronggokusumo putra kiai ageng Meruwut, yang masih keponakan Mutamakkin. Dia ditugaskan di Ngemplak dan wafat di desa tersebut.
Peninggalan Arkeologis :
1. Pesarean ( makam ) Mutamakkin ( di Kajen Margoyoso Pati ).
2. Masjid dan mimbar masjid Jami’ Kajen ( di Kajen Margoyoso Pati ).
3. Sumur Mutamakkin ( di Bulumanis lor Margoyoso Pati ).
4. Piring Mutamakkin ( disimpan di pesarean Kajen Margoyoso Pati ).
Sumur Mutamakkin saat ini :
Keberadaan sumur Mutamakkin di desa Bulumanis Lor ,dulunya sewaktu penulis masih anak-anak ,bukan sumur yang lazim kita temui pada umumnya, melainkan sudah berubah menjadi sebuah “ blumbang “ ( telaga kecil ) yang dikanan kirinya ditumbuhi pohon sagu dan aneka vegetasi lain yang tumbuh sangat lebatnya, didalamnya dihuni beberapa ekor ular yang cukup besar, kecuali itu didalam telaga hiduplah beberapa ikan yang oleh masyarakat sekitar tidak berani mengambilnya meskipun ikan tersebut besar-besar, terutama jenis ikan gabus/Kutuk karena takut berhadapan dengan ular-ular tersebut. Dan warga sekitar bila ingin mengambil air sumur biasanya mengambil di selokan/sungai kecil yang memuat limpasan air dari sumur tersebut.
Pada sekitar tahun 1977 oleh Kiyai Ahmad Fahrurrozy (Alm) dan Kiyai Durri Nawawi (Alm)( keduanya dari desa Kajen ) dan masyarakat desa Bulumanis lor, sumur Mutamakkin yang semula berupa blumbangan dipugar besar-besaran dengan melibatkan beberapa mesin pompa air dan beberapa tukang tebang pohon. Kesempatan ini dipakai warga setempat untuk ikut memanen ikan gabus/kutuk yang selama itu tidak pernah tersentuh oleh masyarakat, dari hasil panen ikan tersebut mendapat sejumlah ikan 6 tolok ( tolok adalah keranjang ikan yang memuat ikan sekitar 50 Kg ). Kemudian dari blumbangan tersebut dibangun bentuk tembok melingkar dengan diameter 3 meter dan tinggi tembok sekitar 80 cm.
Musholla Al-Mutamakkin sebagai penanda perjuangan Mutamakkin
Tidak hanya sumur yang dibangun, tepat setahun setelah bangunan sumur, oleh warga desa Bulumanis lor diareal sebelah barat sumur dibangun musholla dengan nama “ Musholla Al-Mutamakkin “ sebagai perwujudan napak tilas dan meneladani perjuangan beliau Mutamakkin. setelah mengalami kemajuan kunjungan wisatawan dari berbagai wilayah dan demi terciptanya privasi peziarah yang kepingin mandi di sumur Mutamakkin. Maka bangunan sumur yang telah berumur kurang lebih 35 tahun mengalami pemugaran yeng ke tiga, kini wajah sumur Mutamakkin tidak lagi butut, melainkan telah “ bersolek “ bagai gadis yang ingin dipinang.
Sumur Mutamakkin kini telah menjadi agenda tetap para peziarah yang ingin napak tilas Mutamakkin, sumur yang dulu sepi tak satupun yang berani masuk, kini telah menjadi berkah bagi masyarakat setempat dan umumnya wisatawan yang datang dari berbagai wilayah. Sumur yang kini di juru kunci oleh K. Muntari ( sekaligus nadlir pesantren Al-Mutamakkin ) ramai dikunjungi peziarah yang sekedar melihat atau mandi bahkan ada yang mengambil air sumur sebagai obat dan “ ngalap berkah / mengambil kebaikan “ dari Mutamakkin.
Mitos :
Sebagai obat :
Belum ada penyelidikan dan penelitian secara medis selama ini tentang kandungan air sumur Mutamakkin, namun keberadaannya kadung dipercaya sebagai obat oleh masyarakat. Tak heran orang yang berpenyakitan kulit dan penyakit yang lain banyak yang ikut mandi dengan tujuan mendapat kesembuhan dari keramatnya Mutamakkin. Tak hanya itu wisatawan dan peziarah banyak yang mengambil air sumur dalam jerigen untuk dibawa pulang, sekedar memandikan orang sakit di rumah yang tak mampu datang ke sumur Mutamakkin.
Interior sumur Mutamakkin dikhususkan bagi peziarah yang ingin mandi
Berdasarkan pantauan penulis dan hasil wawancara dengan juru kunci sumur K. Muntari, wisatawan yang membawa air sumur untuk dibawa pulang rata-rata adalah wisatawan dari kota lain semisal Grobogan, Kudus, Demak, Jepara, Semarang, Rembang, dan kota-kota lain di Jawa Tengah. Untuk kasus yang satu ini air sumur sebagai obat penulis pahami, di budaya kita utamanya di lingkungan Nahdliyin yang namanya “ ngalab berkah “ dan menganggap benda dari orang sholih dipercaya mempunyai kekuatan magis masih sangat di percaya sampai sekarang, tidak heran air sumur Mutamakkin dipercaya menyembuhkan. Wallahu a’lam.
Mengharapkan kekayaan :
Banyak wisatawan dan peziarah bila datang ke sumur Mutamakkin melempar koin recehan ke dalam sumur, mereka percaya akan dimudahkan rizqinya. Tak heran dari jepretan kamera penulis di dasar sumur Mutamakkin terdapat banyak uang koin recehan yang di lempar ke sumur. Sehingga gejala yang menjurus perilaku syirik ini sudah diwanti-wanti juru kunci sumur untuk tidak melempar uang koin ke dalam sumur dengan dalih apapun.
Tampak koin recehan yang di lempar dalam sumur
Gampang jodoh :
Dilingkungan masyarakat tertentu terutama wanita yang tidak laku-laku ada semacam kepercayaan bila mandi di sumur Mutamakkin akan mudah mendapatkan jodoh.
Sebagai penglaris :
Sumur Mutamakkin oleh kalangan penjaja seks komersial ( psk ) dapat dijadikan penglaris, ini dipercaya dan kerap pada malam tertentu banyak psk yang turut mandi di sumur Mutamakkin.
Fakta :
Pantangan jadi nelayan :
Berdasar hasil wawancara penulis dengan Suharto ( Sekdes Bulumanis lor ) dapatlah di lihat, berdasar sensus penduduk tahun 2010 dan jumlah penduduk desa Bulumanis lor per Desember 2011, jumlah penduduk desa Bulumanis lor berjumlah 2518 jiwa, dari usia produktif profesi penduduk :
· Petani tambak / sawah 10 %
· Buruh Tani 40 %
· Jasa 20 %
· Dagang 5 %
· Guru / Ustad 1 %
· Nelayan - %
· Lainnya 24 %
Dari jumlah prosentase diatas profesi nelayan nihil, ada anggapan yang beredar sejak turun temurun di masyarakat Bulumanis lor bahwa menangkap ikan di laut ( nelayan ) sangatlah tidak menghargai jasa ikan ( ikan Mladang ) yang telah berjasa menyelamatkan Mutamakkin. Untuk itu jadi nelayan merupakan sebuah pantangan, kalaupun makan ikan laut itu bukan dicari dari laut melainkan membeli di pasar.
Khoul Mutamakkin di Bulumanis lor :
Setiap tanggal 10 bulan Syuro, di desa Kajen diadakan Khoul Mutamakkin, dengan rentetan acara dan ritual buka dan ganti luwur, lelang luwur, tahtiman Al-Quran, tahlil umum, dan manaqib penutup yang nasi syukurannya ditaruh dalam wadah piring peninggalan Mutamakkin. Di Bulumanis lor juga ada acara Khoul Mutamakkin yang jatuh pada tanggal 15 Syuro setiap tahunnya, dengan acara dan kegiatan yang di pusatkan di pesantren Al-Mutamakkin, dalam acara khoul tersebut diadakan tahtiman Al-Quran bil-ghoib dan bin-Nadzor, pengajian umum, tahlil umum dan acara syukuran yang bertujuan napak tilas dan meneladani perjuangan beliau Mutamakkin.
Ilmu Santet Adalah Bukti Kecanggihan Budaya Indonesia
Ilmu Santet Adalah Bukti Kecanggihan Budaya Indonesia | Un1x Project | Kali ini munsypedia akan membahas tentang santet,.tapi dilihat dari segi sains-nya bukan membahas mistik. Perkembangan penelitian Quantum Teleportation selama lima tahun terakhir membuat banyak ilmuwan makin percaya bahwa teknologi teleport dalam film Star Trek dapat diwujudkan. Tahun 2007, para ilmuwan baru bisa mengkondisikan material di satu tempat dengan material di tempat lain. Tahun 2011, para ilmuwan telah berhasil mengirimkan partikel photon hingga mencapai jarak 89 mil

Kini negara-negara maju tengah bersaing untuk menjadi negara pertama yang menemukan teknologi teleport. Untuk sementara saat ini, China yang memimpin persaingan. Sebenarnya, Amerika telah lebih unggul dalam mengkondisikan material agar bisa di-teleport. Hal ini dibuktikan dengan pengkondisian materi bola emas yang bisa mengambang di atas meja kaca. Namun sayangnya, penelitian Quantum Teleport di Amerika dihentikan pendanaannya pada tahun 2008.
Hanya saja, peneliti negara maju cuma bisa memindahkan partikel photon, sedangkan dukun santet di Indonesia sudah mampu memindahkan jarum, paku, beling, lipan, kecoak dan lain-lain ke dalam tubuh manusia. Mana yang lebih canggih coba?
Pihak Amerika yang berhasil mengkondisikan bola emas bukanlah institusi yang murni bergerak dalam bidang fisika kuantum, melainkan National Institute of Health! Health? Kesehatan? Yeps! Penelitian kesehatan sudah mencapai tahap fisika kuantum sehingga ada usaha melakukan penyembuhan melalui gelombang elektromagnetik. Dan perlu kita tahu bahwa fenomena santet bisa kita saksikan di Museum Kesehatan di Surabaya. Sama-sama masuk ke kesehatan, bukan.?
Dalam Museum Kesehatan di Surabaya, ditayangkan foto-foto proses santet dalam acara Seminar Budaya Tabloid POSMO Tahun 2002 yang bertajuk Membedah Santet dan Pengobatan Supranatural. Ditujukkan bagaimana beberapa jarum tiba-tiba berubah menjadi cahaya dan masuk ke dalam tubuh ayam. Setelah ayamnya disembelih, jarum-jarum itu tertancap di jantung dan ulu hatinya.
Penggambaran sederhana tentang santet adalah mengubah jarum menjadi gelombang kemudian mengirimkannya masuk ke dalam tubuh korban. Gambaran sederhana ini tidak bertentangan dengan fisika kuantum karena setiap materi memang memiliki dualisme, sebagai gelombang maupun sebagai partikel.
Dualisme gelombang dan partikel memungkinkan terjadinya fenomena lipatan ruang dan waktu. Hal ini karena gelombang dapat merambat dengan kecepatan cahaya, dan kita tahu bahwa kecepatan cahaya adalah kecepatan mutlak dan tak ada yang bisa lebih cepat lagi. Dengan kata lain, kecepatan cahaya adalah ujung dimensi ruang-waktu tempat kita berada sekarang.
Sulit juga menjelaskannya karena Fisika Kuantum sangat jauh berbeda dengan Fisika Klasik Newtonian. Karna sebagian besar penduduk dunia masih berpikir menggunakan filosofi Newtonian, maka cara terbaik menjelaskan fenomena kuantum adalah dengan analogi Newtonian. Meskipun penjelasan analogis kadang menyesatkan karena tidak memuat seluruh aspek, namun analogi adalah cara yang terbaik.
Sebelum beranjak lebih jauh, kita lihat fenomena Sonic Boom atau terbentuknya kerucut kabut pada saat pesawat menembus kecepatan suara, seperti gambar di bawah ini:
Kabut tersebut terbentuk karena gelombang suara yang menyatu mengakibatkan udara di sekitar pesawat mengalami kondensasi. Dengan kata lain, kita bisa mengubah udara menjadi kabut dengan memodifikasi gelombang suara. Nah, jika menggunakan gelombang suara yang primitif aja bisa mengubah udara jadi kabut, apa yang bisa kita lakukan dengan gelombang elektromagnet yang bisa mencapai ujung dimensi?
Interaksi gelombang elektromagnetik banyak dibahas dalam Quantum Entanglement. Tahu apa itu Quantum Entanglement? Kalo engga tau juga engga masalah, karena memang tidak ada yang tahu. Para peneliti independen fisika kuantum sejak 2000 juga engga benar-benar tahu. Kalau ada yang tahu, tentulah namanya bukan entanglement atau bahasa Indonesianya berbelit-belit.
Contoh kasus quantum entanglement adalah ketika seekor anak anjing dipisah dari induknya dalam jarak ratusan mil. Si anak anjing ditakut-takuti sehingga denyut jantung anak anjing berdetak makin cepat. Sang induk anjing yang enggak di apa-apain tiba-tiba denyut jantungnya sama seperti denyut jantung si anak anjing. Nah, kira-kira apa yang menyebabkan denyut jantung induk anjing sama seperti anaknya? Tidak pernah ada penjelasan yang memuaskan, makanya disebut entanglement alias berbelit-belit!
Penjelasan yang paling diterima dalam kasus anjing di atas adalah adanya gelombang elektromagnetik yang diberi nama non-local signal. Riset lebih lanjut menunjukkan bahwa non-local signal tidak hanya terjadi ada makhluk hidup, tapi juga terjadi pada batu permata. Jika manusia maupun benda mati sama-sama memiliki non-local signal, maka tidak tertutup kemungkinan manusia bisa mensinkronkan sinyal tersebut untuk melakukan santet.
Sayangnya, fenomena santet tak jauh beda dengan fenomena kekayaan seni budaya dan kekayaan alam di Indonesia. Diabaikan dan dibiarkan diolah oleh asing. Sampai kapan kita menjadi bangsa munafik yang mengingkari kelebihan dan kekurangan bangsa kita sendiri, dan terus menerus bercermin mematut-matutkan diri dengan budaya asing?
Mari kita bangga, ternyata dukun santet di indonesia jauh lebih hebat dari para ilmuan-ilmuan luar,.baik di amerika maupun eropa,.Sekarang bagaimana kita bisa memanfaatkan santet tersebut untuk hal yang bermanfaat,.misalnya menghilangkan kanker atau tumor dalam tubuh,..kalau bisa dikelola dengan baik pasti indonesia bisa sangat maju dan negara luar akan belajar santet ke indonesia..!
Langganan:
Postingan (Atom)





















